The Cured Review Film Horror Gaya baru

Pembuat film ini memang berniat memasuki wilayah baru di tanah genre horor zombie yang sulit untuk dikuasai, sungguh merupakan pekerjaan yang berdarah untuk mereka. Untuk film thriller gelap The Cured, penulis-sutradara David Freyne telah mengambil pendekatan inti cerita yang berbeda untuk memperkenalkan virus zombie dan juga obatnya, menawarkan sajian menarik pada narasi pasca-apokaliptik dengan berfokus pada mantan zombie yang dihantui oleh ingatan mengerikan dari kekejaman yang telah mereka lakukan saat pergolakan hasrat dari hiruk-pikuk bunuh dan pembunuhan zaman zombie.

Adalah sang Virus MAZE, menyebabkan penularan psikotik yang bermanifestasi sebagai keinginan nafsu makan mirip binatang atau zombie atas daging segar, dan menyebar dengan cepat di seluruh Eropa, meskipun, untuk alasan yang tidak dijelaskan secara memadai dalam pembuka film, wabah virus itu akhirnya terkontrol dan terisolir di mana-mana kecuali di Irlandia, dimana terkena dampak hancur yang paling sangat besarnya. Obatnya telah efektif untuk hanya 75% dari yang terinfeksi, termasuk orang Irlandia Senan (Sam Keeley) dan Conor (Tom Vaughan-Lawlor), yang merupakan salah satu zombie yang kini sembuh, mencoba masuk kembali ke masyarakat setelah periode yang Panjang pengobatan di karantina.

Mereka yang sembuh tidak mendapat sambutan yang baik saat kembali ke rumah dan lingkungannya, mereka tidak mendapat sorak-sorai dan parade, yang sebelumnya terinfeksi dicemooh sebagai monster yang sebelumnya telah menyerang dan membunuh tetangga mereka dan, dalam beberapa kasus, justru keluarga mereka sendiri menjadi korban. Naik kembali ke blok mereka dalam transportasi militer, Senan dan Conor bertemu kembali dengan kebencian dan jiwa buasnya saat menjadi zombie. Senan tinggal bersama adik iparnya, Abigail (Ellen Page) dan putranya Cillian (Oscar Nolan), mengambil pekerjaan yang telah ditugaskan di pusat perawatan di mana dia disembuhkan, membantu perawatan pasien yang masih hidup di antara mereka yang dimana 25% tidak menanggapi obat-obatan penyembuh virus Maze.

Diganggu oleh kilas balik terhadap kekacauan pra-penyembuhan, Senan menolak tekanan dari Conor untuk bergabung dengan saudara-saudara mereka yang dikucilkan di Aliansi manusia yang ┬áSembuh, yaitu sebuah kelompok pendukung radikal yang berjuang melawan kebencian anti-sembuh. Penyebab Aliansi tumbuh bahkan lebih mendesak ketika Angkatan Pertahanan Irlandia memulai “penghapusan yang manusiawi” dari 25% yang resistan terhadap obat masih ditahan di pusat-pusat perawatan. Memberlakukan strategi pemboman dan serangan, Aliansi melanjutkan serangan terhadap IDF, berusaha menyelamatkan yang masih terinfeksi dari eliminasi sistematis. Namun di bawah kepemimpinan Conor, organisasi itu mungkin dengan mudah disalahartikan sebagai teroris daripada misi penyelamatan yang mulia terhadap yang terjangkit.

Intisari atau pusat sinopsis film ini adalah, yang menghubungkan populasi yang tertular MAZE dengan populasi yang terinfeksi stigma dogma pemikiran teror yang nyata, sehingga memicu ketegangan yang meresahkan dengan ketakutan unsur manusia akan penyakit dan penularannya. Dan Freyne membangkitkan dalam konteks itu lingkungan pascaperang yang jelas dari setting latar belakang adegan patroli keamanan dari PBB dan warga situasi warga yang trauma, dengan berani mengacu pada sejarah pengeboman kekisruhan Irlandia yang penuh gejolak dimasa jamannya.

Seluruh penggambaran suasana berjalan imajinatif dan rinci, tetapi plot terasa hanya datar seperti film zombie umumnya, diselimuti oleh suasana hati keputus asaan yang membebani. Keeley mampu menangkap rasa bersalah dan dislokasi Senan. Film itu berusaha menciptakan ketegangan di sekitar rahasia antara Senan dan Conor yang akan menggangu hubungan senan dengan Abigail. Sayangnya, nuansa pasca-trauma yang berbeda dari Keeley dan Page tidak menyatu dengan baik dan menggairahkan, dimana justru mengarahkan ke beberapa momen dramatis yang membosankan bagi Senan, Abbie antara kilas balik zombie dan pertemuan Cured Alliance.

Vaughan-Lawlor membuat karakter Conor yang mempunyai yang rumit di awal cerita, namun tetap berakhir menjadi karakter yang membosankan, karena karekater yang sombong sebagai pemeran antagonis yang terlihat kuat. Aksi pamungkas yang agak membosankan untuk film zombie dimana film ini akhirnya memberikan cerita kepada akhir yang buas dan kacau, dengan beberapa perkelahian dan adegan kejar mengejar yang sepertinya tidak mengenal Lelah, dan lagi film ini tidak menawarkan adanya pengobatan namun hanya penyakit yang berulang-ulang dalam bentuk yang berbeda.