READY PLAYER ONE (2018) FILM REVIEW

READY PLAYER ONE HIDUP DI MASA EMAS GAME ERA 80AN

Review Film Ready Player One – Okay saya adalah pencinta game, ada pada masanya saya termasuk orang yang dalam kategorinya sebagai seorang pecandu game. Dan di era tersebut dimana dunia video game dengan derasnya selalu berevolusi, banyak tokoh game menjadi icon dan melegenda hingga sampai sekarang. Melihat mereka kembali muncul menjadi bagian kecil dalam film ini membuat saya tersenyum, ada sedikit kenangan indah yang terbawa bangkit dalam film ini di Ready Player One.

Tidak ada cerita yang berbau realis di film ini, semua tumpuan cerita langsung dibawa menuju dunia virtual game yang merupakan inti cerita di film ini. Menurut saya ini bisa dipahami karena akan menggangu konstruksi jalannya cerita, Apabila menonton film ini tinggalkan semua pemikiran logis di awal pembukaan film karena film ini hanya ingin membawa anda kembali ke dunia video game tahun 80an namun dimainkan di era 21 nah seperti inilah bentuknya.

HIDUP UNTUK BERVIDEO GAME

Konsep yang ditawarkan film aksi fiksi terbaru Steven Spielberg Ready Player One ini adalah bentuk kehidupan yang non jauh didepan kita di tahun 2045, dimana semua orang sudah capek dengan kehidupan nyata dan mencari arti hidup yang lebih dari normal realita biasa. Masyarakat lebih ingin hidup dalam dunia video game dimana mereka bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan dan melakukan apa saja yang mereka mau.

Dunia Virtual Reality setiap orang bermain dalam Avatarnya masing-masing dengan bisa membuat diri mereka menjadi tokoh dalam bentuk dan kemampuan yang bermacam-macam, dilengkapi dengan aksesoris dan jumlah item yang dapat dibeli dengan koin, koin adalah seperti kita tau alat pembeli item di dunia maya.

Tidak ada peraturan yang macam-macam bebas berkelana kedalam setting dunia yang sudah dibuat, ada yang hanya bermain biasa ada yang pecinta dunia pertempuran semua dunia diatur berdasarkan genre. hanya jika didalam dunia maya tersebut anda mati maka semua coin yang anda dapatkan berserta itemnya akan hilang namun nyawa anda akan hidup kembali tapi dalam keadaan bokek alias no coin no item, kembali dari nol.

Plot cerita Ready Player One ini adalah semua orang sudah benar-benar lengket dengan dunia game ini dan dikisahkan memang semua orang benar-benar bermain game ini dimana saja, kapan saja. Game yang di ciptakan oleh James Halliday yaitu OASIS sudah menjadi kultur hidup keseharian masyarakat didalam film ini. Wade Watts adalah salah satu anak remaja tanpa orang tua yang hanya hidup dengan bibinya mencari realita kehidupan didunia OASIS.

Wade menyukai video game, baginya OASIS adalah wahana dunia permainan dimana dia hanya ingin bermain, semua orang pada dasarnya sama namun sampai ketika Innovative Online Industries (IOI) sebagai penyedia media konten pada game OASIS mulai menawarkan item-item untuk meningkatkan stat dan kosmetik disinilah koin akhirnya yang dicari oleh para gamer bukan lagi kesenangan bermain biasa semata.

PERMAINAN PUN DIMULAI

Intrik menarik Film Ready Player One ini muncul ketika sang pencipta game OASIS dari Gregarious Simulation Systems yaitu James Halliday meninggal dunia dan meninggalkan warisan yaitu sebuah “EASTER EGG” sebuah item untuk game, pada dasarnya ini adalah item yang sama dengan item lainnya di dunia OASIS namun dengan fungsi yaitu bagi siapa yang memiliki item ini akan memiliki sepenuhnya kontrol OASIS.

Dengan menemukan 3 pasang kunci maka akan membuka pintu untuk menemukan item Easter Egg tersebut, maka konsep bermain semua orang berubah tidak lagi bermain untuk kesenangan namun untuk berlomba-lomba menjadi sang penemu item Easter Egg tersebut termasuk IOI yang notabene sudah beberapa kali melakukan percobaan untuk merebut OASIS.

Jadi PARZIVAL, avatar dari Wade bersama dengan ART3MIS, AECH, SHO, DAITO pergi mencari tahapan teka-teki untuk mendapatkan kunci Easter Egg, dengan menebak apa isi kalimat teka teki yang ditinggalkan oleh James Halliday pada video terakhirnya. Dengan mempelajari sejarah hidup Halliday kawanan ber-5 mampu memecahkan teka-teki satu demi satu. Namun Nolan Sorrento pemimpin dari IOI melakukan segala macam cara untuk merebut Easter Egg baik itu dari bentuk serangan virtual maupun dunia nyata.

DELOREAN DAN IKONIK KARAKTER LAINNYA

Banyak.. yah ada beberapa adegan Film Ready Player One menampilkan unsur-unsur tidak hanya game namun film dan musik pada era 80an, seperti mobil Delorean back to the Future, Motor legenda KANEDA dari komik AKIRA, serta banyak sepintas bermunculan karakter-karakter lain seperti TMNT, OVERWATCH, HALO dan STARCRAFT, STREET FIGHTER sebagai bumbu nostalgia yang sangat seru untuk dilihat, terutama pada perang pamungkas dimana MECHAGODZILLA akhirnya PVP dengan robot legendaris GUNDAM 🙂

Adegan yang SuperB dan perang yang epik adalah titik puncak dari film Ready Player One ini karena setiap film action pasti gak seru kalo gak ada perang epik dong, penggambaran para pemain yang silih berganti KIA dan reboot kembali atau Spawning agar dapat kembali ke medan pertempuran menggambarkan ya begitulah serunya permain open world MMO Games (Masive Multiplayer Game).

Film ini adalah adaptasi novel dari Ernest Cline, saya belum pernah membaca novelnya namun berangkat dari film ini Stephen Spielberg cukup bisa mengangkat kultur kehidupan dunia video games dan segala macam era nuansanya seperti film atau pun musik khusunya di tahun 80an.

Plot cerita yang ringan, dan genre yang cocok bagi penonton film yang memang gamers dan pernah mengalami era game 80an. inti cerita Easter Egg adalah tujuan pokok film ini namun sebenarnya banyak potensi faktor yang bisa digali lebih dalam.

Namun untuk saya sih film ini layak dinikmati, karena bisa tersenyum melihat banyak legenda-legenda bermunculan satu demi satu, jangan lupa film alien juga sempet masuk loh disini coba lebih banyak lagi pasti lebih seru dan keren. Baik sekian dari saya semoga review film Ready Player One yang singkat dan gak begitu singkat bisa melihat sisi lain film ini sebagai bahan informasi.

adioss 🙂